Hatiku Tetap di Masjid Jepara Jawa Tengah

Hatiku Tetap di Masjid Jepara Jawa Tengah

Hatiku Tetap di Masjid Jepara Jawa Tengah

Meski sudah beranjak dewasa, Tomi Sudirman belum pernah sekalipun merasakan jatu cinta dan kini usianya sudah menginjak dua puluh tahun. Sudah tiga tahun yang lalu, dia harus mengikuti tugas ayahnya yangmana seorang petugas di Stasiun Kereta Api. Satu keluarga termasuk Tomi ikut serta ke Jepara, dia sudah banyak teman disana. Rata – rata adalah temannya saat di sekolah SMA di sana. Tomi memang terkenal care sama temannya, baik laki maupun perempuan, tapi perlu diketahui jika dia ini sama sekali belum memilih hatinya tertambat pada siapa. Pernah suatu ketika dia keluar dari Masjid sekolahnya, ada seorang cewek adik kelasnya tiba-tiba memberhentikan langkahnya Tomi, dan langsung mengatakan dia suka sama Tomi, kepalang tanggung dia sangat kaget sekali dan merasa tidak ada saatnya untuk pacaran ataupun jatuh cinta. Apalagi, Tomi juga tidak ada merasa hatinya cinta kepada si cewek itu inilah yang membuat Tomi mengabaikan wanita yang tiba-tiba menghentikannya usai menjalankan salat duhur dari Masjid ini. Serba salah memang apa yang dihadapi si Tomi ini, mungkin inilah jalan yang harus dia lalui dikemudian hari melihat apapun itu yang terjadi dia tetap tegar menjalaninya.

Tapi ketika akhir pekan kemarin Tomi mencoba untuk jalan-jalan di sepanjang kota Jepara Jawa Tengah ada kejadian aneh yang dia alami. Tomi memang meniatkan dirinya hanya sekedar menyusuri jalanan di Jepara dengan mengajak geng nya. Kemudian dia ingin bermain di Masjid  Kabupaten Jepara yang memang memiliki arsitektur khas dan sangat cocok untuk berfoto-foto ria selain untuk beribadah tentunya. Seperti yang sudah diketahui Masjid Agung ini berada di Desa Kauman Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara banyak yang mengatakan sebagai kutipan sejarah bahwa Masjid ini memiliki arsitektur yang mirip dengan arsitekturnya Tiongkok, dengan atap yang bersusun lima. Tapi karena ada sebuah renovasi masjid ini berubah menjadi atap yang hanya bersusun dua saja. Makanya, Tomi yang sering akhir pekan mengunjungi Masjid agung ini tidak pernah merasakan kebosanan sekali, dia sampai hafal dan tahu sejarah – sejarah dari dibangunnya Masjid ini dulunya. Seperti pertama di bangun pada masa Pangeran Arya Jepara atau anak angkat dari Ratu Kalinyamat.

Tapi, dalam senandung melihat keindahan Masjid itu, tatatapn mata Tomi tertuju pada sesosok wanita anggun menggunakan jilbab merah keluar dari Masjid. Lambaian kaki dari wanita itu membuatnya tertegun beberapa menit, melihat wajahnya yang bersih memancarkan keanggunannya. Matanya tidak bisa beralih kepada sosok wanita yang ia perkirakan usianya masih di bawah 19 tahun itu. Dadanya terus berdegub kencang dan bahkan setelah dia pulang bayangan wajah itu masih terus berada di fikirannya. Tomi berdoa semoga dialah jodohnya.