Kontraktor Kubah Masjid di Gorontalo

Kontraktor Kubah Masjid di Gorontalo

Kontraktor Kubah Masjid di Gorontalo

Pak Haji Muhammad Yakarim memiliki dua anak besar. Keduanya tinggal di kota Gorontalo. Mereka sudah besar-besar dan menikah juga dengan orang Gorontalo. Mereka tidak ingin meninggalkan kota kelahirannya karena mereka ingin menemani kedua orang tuanya di masa senja tiba. Pak haji kira-kira sekarang usia enam puluh satu tahun. Namun beliau masih sangat sehat. Setiap habis sholat subuh pak haji selalu olahraga sampai udara terasa panas jika menyentuh kulit. Sehingga pak haji tidak pernah merasakan sakit apapun. Sang istri pak haji yang kebetulan hanya terpaut kurang lebih lima tahun juga masih sehat. Beliau hanya merasakan kecapekan jika terlalu banyak mengerjakan pekerjaan berat. Pak haji tinggal dengan anak nomer duanya yang kebetulah seorang perempuan. Anak nomer duanya ini suaminya bekerja sebagai kontraktor kubah masjid di Gorontalo. Sedangkan anak perempuannya mengurus rumah tangga.

Suatu ketika sang ibu sedang sakit asam urat. Sang ibu yang sakit tidak mau di bawa ke rumah sakit karena beliau takut akan di periksa kemudian mengetahui berbagai penyakit yang beliau derita. Anak perempuan yang nomer dua merawatnya hingga sembuh. Maklum anak pertama pak haji seorang laki-laki. Dan istrinya juga tidak bisa dua puluh empat jam merawat ibu mertuanya tersebut. Anak laki-laki pak haji tinggal sekitar dua puluh lima kilo meter dari rumahnya. Dia pun setiap pulang atau pergi bekerja juga lewat jalan raya samping rumah pak haji. Sehingga hampir setiap hari bisa mampir ke rumah sang ayah. Anak laki-laki pak haji juga seorang kontraktor kubah masjid di Gorontalo. Anak laki-laki dan menantu laki-lakinya adalah teman sebayanya. Mereka juga sangat dekat satu sama lain.

Cerita unik dari anak-anak pak haji adalah mereka berjodoh dengan sama-sama sebaya bahkan teman akrabnya. Sang kakak menikah dengan teman akrab sang adik perempuannya dan sang adik menikah dengan teman akrab sang kakak laki-lakinya. Sang kakak bertemu teman sang adik ketika teman sang adik mengantarnya pulang ke rumah. Yang kemudian sang kakak suka dengannya. Setelah mereka lulus langsung menikah. Sang adik bertemu suaminya saat diajak kakaknya mengambil kubah masjid yang sama-sama milik konsumen kontraktor kubah masjid.  Mereka juga saling suka dan langsung menikah. Hal inilah, yang membuat mereka rukun, mereka saling cocok satu sama lain. Selain itu mereka juga bisa saling membantu dalam segala hal termasuk dalam hal pekerjaannya. Kontor mereka juga berdekatan hanya berjarak tiga kilo meter. Mereka juga sama seorang kontraktor kubah masjid. Jadi jika mereka ramai pesanan dan tidak sanggup mengatasinya mereka saling bekerja sama satu sama lainnya. Mereka sangat akrab seperti teman mereka masing-masing. Dengan kebiasaan yang seperti ini membuat pak haji lebih tenang.