Mahalnya Harga Obat di Indonesia

Daftar Harga Obat – Presiden International Society for Pharmacoeconomics Outcome Research (ISPOR) Indonesia Ahmad Fuad Afdhal menyebutkan harga obat di Indonesia hingga sekarang ini termasuk masih tetap begitu mahal bila dibanding denganbeberapa negara yang lain didunia.

” Kita mesti akui harga obat di Indonesia masih tetap begitu mahal serta umumnya tidak dapat dijangkau oleh rakyat kecil. Bahkan juga BPJS juga kerepotan untuk membayar harga obat. Walau sebenarnya negara mesti menanggung hak-hak orang-orang untuk memperoleh kesehatan yang layak, ” katanya waktu didapati di Sanur dalam acara Konferensi ISPOR, Senin (26/5/2014).

Menurut dia, terdapat banyak penyebabnya obat di Indonesia masih tetap begitu mahal. Salah nya ialah Indonesia masih tetap begitu ketinggalan dalam riset serta pengembangan kefarmasian apabila dibanding dengan negara yang lain terlebih Malaysia serta Singapura. Tehnologi perlengkapan medis juga, Indonesia masih tetap ketinggalan jauh. Ada pula beberapa rumah sakit yang telah mutakhir, namun sebarannya tidak rata di semua Indonesia serta terpusat di kota-kota besar. Karenanya, begitu diinginkan supaya Indonesia semakin banyak meningkatkan riset kefarmasian untuk meningkatkan sumber daya yang ada.

Diluar itu, mahalnya harga obat yang di jual di market karna adalah obat paten serta bukanlah obat generik yang di buat oleh pemerintah yang seringkali dipakai orang-orang. Bahkan juga harga obat penyakit kritis seperti diabetes serta hipertensi yang meliputi orang-orang luas, harga nya juga dapat menjangkau 10 kali lipat daripada harga obat biasanya. Walau sebenarnya penyakit-penyakit kritis sesuai sama itu telah semestinya di jual lebih murah karna jumlah penderitanya begitu banyak serta adalah penyakit orang-orang luas. Ia menginginkan, hasil pertemuan ISPOR kesempatan ini bisa jadi input untuk pemerintah di Indonesia untuk semakin banyak lakukan riset serta penelitian farmasi hingga dengan segera bisa mempermurah harga obat.

Konferensi ISPOR di Denpasar pada 24-27 Mei 2014 itu dibarengi oleh utusan dari beragam negara, seperti Kanada, Australia, Malaysia, Singapura, serta tuan-rumah Indonesia. Baca Juga Obat Tradisional : https://hargaobat.net